SMPI Al Azhar 6

ASBD ( Al Azhar Seni Bela Diri )

ASBD merupakan salah satu ekskul wajib yang ada di SMP Islam Al Azhar 6, ekskul ASBD ini fokus kepada keilmuan bela diri dari berbagai aliran yang mendukung gerakan-gerakan pencak silat yang sudah ada.  Pelaksanaan dan Implementasi ekskul wajib ASBD merupakan salah satu bentuk tujuan pembelajaran pada aspek non cognitive domain, dengan tujuan menjadikan siswa-siswi SMP Islam Al Azhar 6 memiliki kesehatan jasmani yang baik, serta memiliki kemampuan bela diri yang handal. Ekskul ASBD ini dilaksanakan tiap hari Rabu.

Al Azhar Seni Bela Diri – Moslem Martial Arts (ASBD) dirikan pada tanggal 20 April 1970 di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan. ASBD didirikan oleh Alm. Drs. Muhammad Sufiyono dan Djauharul Abidin Bakir. ASBD fokus pada keilmuan bela diri dari berbagai Aliran yang mendukung gerakan gerakan pencak silat yang sudah ada dan bebas dari aliran yang menyesatkan. Keilmuan ASBD digali dari berbabagi aliran silat di Indonesia.  Seperti aliran silat dari Madura, Joko Tole (Jawa Timur), aliran Jawa Barat dan aliran-aliran silat daerah lainnya. ASBD pun sudah tergabung dalam IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia)

Al Azhar Seni Bela Diri berpusat di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta. Hal ini karena menurut Muhammad Sufiyono pada umumnya pencak silat dulunya diajarkan dan berkembang pesat di pesantren-pesantren. Beliau sendiri (Muhammad Sufiyono) pertama kali memperoleh pelajaran silat dari pesantren di Situbondo, Jawa Timur. Penggunaan nama “Moslem Martial Arts” adalah karena jangkauan perguruan ASBD bukan hanya berkembang di tanah air, tetapi di masa mendatang diharapkan berkembang di manca negara. Selain itu karena penggalian aliran pencak silat yang diutamakan adalah aliran-aliran yang bernafaskan Islam. Hal ini pula yang menjadi alasan pemilihan masjid sebagai pusat dari Al Azhar Seni Bela Diri.